Tuesday, October 2, 2007

Nanti,siapa yang menjadi petani?

Cerita dari satu desa diantara desa-desa yang ada di jawa khususnya desa yang rakyatnya sudah sedikit maju dan ting kat pendidikannya lumayan minimal penduduknya berpendidikan SMP. Apa yang terjadi didesa-desa seperti itu?

Sekarang untukdesa-desa seperti itu  sawah dikelola hanya oleh orang-orang tua khususnya mencangkul ,ada sebagian tukang cangkul yang masih muda itupun mereka yang buta aksara,putus sekolah atau tamat SD untuk buruh cangkul yang sekolahnya lebh tinggi sekarang sulit didapat mereka lebih senang mencari kerja dan berbondong-bondong pergi ke kota untuk bekerja sebagai buruh,pekerja di kota walaupun bergaji kecil. Komentar mereka tentang pekerjaan sebagai buru macul………macul?  sorry akh mendingan  saya kekota jadi tukang becak,kuli bangunan dll.

Rupanya gemerlap kota lebih menarik mereka untuk meninggalkan kehidupan didesa walaupun kenyataannya kehidupan mereka dikota lebih sengsara ,hidup didesa sebagai buruh mencangkul atau buruh macul mereka lupakan, Nah, kalau su dah begitu nanti manakala orang-orang tua yang sekarang menjadi petani  sudah pada mati sementara orang muda yang pendidikannya rendah sudah tidak tertarik lagi dengan pekerjaan sebagai buruh macul lalu siapa yang akan mengolah sawah didesa yang notabene masih cukup luas dan sangat subur ditanah jawa ini. 

Posted by pakmardi-ks ujunggede at 22:42:31 | Permalink | No Comments »

KRI DIPONEGORO HARGANYA RP.2.000.000.000.000,00

Bangganya menjadi rakyat dan bangsa Indonesia,punya wilayah yang luas,laut yang tak terhingga dengan kekayaan di dalamnya yang tak terhingga pula.

Betapa sedih dan geramnya manakala kita mendengar hasil laut kita berupa ikan , pasir dicuri orang, pilu rasanya mende ngar perompak dan penyeludup merajalela mencuri hasil bumi kita untuk dibawa keluarnegeri untuk dijual demi memper kaya diri sendiri. Mengapa semua itu bisa terjadi?. Semua kejadian itu terjadi karena kelemahan kita sendiri kita tidak mampu menjaga perairan kita yang begitu luas. Untuk menjaga perairan nusantara yang begitu luas kita perlu Angkatan Laut yng kuat.tangguh dan berwibawa sehingga kita tidak lagi dianggap enteng,dilecehkan oleh negara tetangga  kita yang lebih kecil.

Alhamdulillah tahun ini dan selanjutnya Angkatan laut RI akan diperkuat dengan kapal baru (bukan kapal bekas) gressss, yang baru didatangkan dari pabriknya yaitu galangan kapal Schelde Negeri Belanda.Dan tidak tanggung-tanggung dalam dua tahun kedepan Angkatan Laut kita akan mendapat tambahan  empat kapal perang baru jenis korvet kelas sigma yai tu KRI DIPONEGORO,KRI HASANUDIN,KRI ISKANDAR MUDA  danKRI FRANS KAESEPO. Semua kapal perang tersebut dileng kapi dengan persenjataan mutahir yang dapat kita gunakan untuk mengawal perairan kita, menghancurkan musuh yang melecehkan kita pokoknya agar kita menjadi bangsa yang Pede.

Walaupun KRI DIPONEGORO ukuranya termasuk kecil tapi harganya lumayan mahal yaitu Rp.2.000.000.000.000.00 alias Dua triliuyun rupiah  alias 170.000.000 euro. Semoga kedatangan KRI DIPONEGORO dan KRI yang lain  menjadi  kan negara kita kuat dan tangguh sehingga disegani negara lain. 

Posted by pakmardi-ks ujunggede at 09:55:15 | Permalink | No Comments »

GURU DAN SERTIFIKASI GURU

Ini cerita yang sebenarnya dari suatu wilayah yang kecil katakan satu kecamatan yang didiami oleh lebih kurang 400 guru. dari 400 guru tersebut 20 persen berijazah S1 berarti yang berhak mengikuti uji sertifikasi hanya 80 orang sedang yang lainnya berijazah D2 atau SPG. Waktu UUGD diundangkan dan masih dalam wacana keadaan masih adem ayem,yg muda,yang tua,guru negeri swasta masih adem ayem seolah mereka tak percaya apakah bisa pemerintah melaksanakan nya,apakah bisa pemerintah membayar segala macam tunjangan yang mengikuti pelaksanaan UUGD itu yang katanya a kan mensejahterakan guru…….nonsen!. Uangnya dari mana ?…………….

Pertengahan 2006 ada kabar akan dimulai uji sertifikasi bagi guru yang sudah memenuhi syarat yaitu berijazah S1 atau D4. Untuk memenuhi kuota tiap kecamatan guru yang telah memenuhi persyaratan ijazah dipilih lagi berdasarkan usia,masa kerja dll.yang terpilih diharuskan membuat persyaratan yang katanya disebut portofolio.persyaratan lalu dibawa Perguruan Tinggi yang ditunjuk dimana telah disiapkan tenaga assesor yang akan menilai apakah guru tersebut dapat lulus uji sertifikasi.

Setelah peristiwa diatas terjadi dan UUGD bukan lagi merupakan suatu wacana mulailah timbul gejolak,kerisauan dalam diri guru-guru yang jumlahnya 400 tadi seperti;

1. Guru yang sudah berijazah S1 berebut minta diikutkan uji sertifikasi walaupun usia,masakerjanya masih sedikit,tapi karena kuotanya terbatas mereka harus tahu diri.

2. Guru-guru yang msih muda punya biaya karena memang ingin maju atau ingin mendapatkan tunjangan yang besar nya 1 x gaji pokok dan belum berijazah S1 berlomba-lomba mengikuti penyetaraan S1 baik di UT,Perguruan Tinggi Ne geri maupun swasta……………wes pokoe S1.

3. Guru-guru yang masih muda ataupun yang setengah baya tapi tidak mempunyai kemampuan untuk mengikuti penyetaraan karena ketiadaan biaya atau sedang membiayai sekolah/kuliah anaknya hanya bisa menonton dan ber harap apakah yang terjadi dengan nasib mereka nanti.

4. Bagaimana dengan guru tua yang usianya mendekati masa pensiun, mereka pasrah mau diapakan mereka nanti, mau kuliah tidak mungkin karena sudah tua dan daya pikirpun sudah menurun ditambah beban biaya yang tidak me mungkinkan.

Menghadapi persoalan diatas mestinya pemerintah sudah mempersiapkan diri bagaimana menghadapinya, mengha dapi dan mensikapi guru-guru yang tidak bisa mengikuti uji sertifikasi dikarenakan tidak memenuhi persyaratan karena tidak berijazah S1 atau D4 . Memang dalam hal ini guru-gugu belum diberi sosialisasi tentang nasib mereka yang tidak mempunyai sertifikasi guru padahal mereka mengajar dalam satu sekolah, mereka lebih rajin, dalam hal mengajar lebih telaten,lebih berpengalaman dan lebih segala-galanya dari guru yang bersertifikasi serta mendapatkan tunjangan 1 x gaji pokok……….pendek kata apakah tidak terjadi gap atau rasa iri hati sehingga nantinya akan terjadi pengelompok kan antara guru yang bersertifikasi dengan guru yang tidak /belum bersertifikasi?

Posted by pakmardi-ks ujunggede at 09:19:35 | Permalink | Comments (4)