Seingatku tahun l971 sampai tahun l973 sewaktu aku sekolah SMP di Pendopo ada dua SMP yang terkenal yaitu SMP YPIP dan SMP YPP. SMP YPIP adalah singkatan dari SMP Yayasan Perguruan Islam Pendopo sedang SMP YPP singkatan dari SMP Yayasan Pendidikan Pendopo. SMP YPIP murni dikelola oleh masyarakat dan mandiri dibiayai dari siswa dan siswanya dari anak-anak masyarakat Pendopo sedang SMP YPP dibantu oleh PT.Stanvac Indonesia dan siswa-siswanya kebanyakan anak karyawan PTSI.
Letak SMP YPIP satu lingkungan dengan Sekolah-sekolah dasar yang ada di Pendopo waktu itu, Waktu di Pendopo orang tidak begitu peduli dengan arah mata angin seperti mana arah utara,selatan atau barat tapi di Jawa hampir semua orang peduli dengan arah mata angin sekalipun dia buta huruf, orang jawa harus tahu mana lor (utara), kidul (selatan),kulon (barat) dan wetan (timur) maka itu aku waktu di Pendopo tidak tahu mana utara atau selatan yang jelas letak SMP YPIP kalau kita berdiri didepan gedung bioskop PESOS maka dia harus jalan kearah pasar dan lebih kurang 400 meter kearah kanan maka akan sampailah kita di SMP YPIP gedungnya sederhana berbenntuk huruf L. SMP ini walau sederhana menjadi sekolah yang diidamkan anak lulusan SD waktu itu.
Waktu itu kalau aku boleh bilang SMP YPIP ini sekolahnya orang desa karena siswanya berasal hampir dari seluruh kampung/desa yang ada disekitar Pendopo seperti Talang ubi, talang jawa,talang Baru, talang kerangan, bukit tudung, tangsi-tangsi yang ada di Pendopo dan akupun masih ingat teman-temanku yang seangkatan denganku seperti Saahri, Nurseha,Suginem, Sukma Iriani, Maliki, Idris, Sudarjo Aksan, Taufik Hidayat, Maryanto,Suparlan Santoni, Karya Yulianto, Aseng, Kristinah, Achoen, Sutopo, Ngadio,Dasril Subiyanto,dll. Semoga mereka saat ini masih dalam keadaan sehat dan masih ingat saya .
Ketika disekolah SMP YPIP Guru-guru yang mengajarku masih banyak yang masih ku ingat dan dari tiap guru aku punya kenamgan tersendiri beliau adalah Pak R.Nurdin, Pak Nursyam Cholil, Pak Abdul Ghani, Pak Hassan Kasim, Pak Munjahit, Pak Supangat, Pak Wasilan, Pak,Kasiran, Pak Maryono, Ibu Saurtini, Ibu Herowati dll semoga juga beliau-beliau saat ini dalam keadaan sehat walafiat selalu dan bila beliau sudah dipanggil oleh al Khalik semoga tenanglah arwahnya dialam sana…amiin.
Pak Nurdin, waktu itu menjadi Kepala Sekolah rumahnya dilingkungan sekolah badannya agak gemuk, istri pak Nurddin ini dulu nyambi berjualan makanan untuk siswa. Pak Nursyam Kholil guru Ilmu Ukur, Orangnya selalu berpakaian necis dan yang khas dari guruku yang satu ini adalah rambutnya yang selalu mengkilat disisr kebelakang. Pak Hassan Kasim adalah guru senior yang dedikasinya luar biasa dalam mengajar , beliau mengajar dengan penuh disiplin walaupun penyakit batuknya dan tubuh kurusnya sering mengganggau aktifitasnya beliau mengajar sejarah. Pak Munjahit adalah guru yang paling aku takuti waktu itu ,beliau berbadan sangat kecil satu meter lebih sedikit dan mengajar Bahasa Inggris, Pak Hassan Kasim dan Pak Munjahit juga tinggal dilingkungan sekolah.Pak Supangat juga tinggal dilingkungan sekolah perumahan yang sangat sederhana dan sempit yang disediakan olah sekolah, pak Supangat waktu itu mengajar Ilmu Bumi beliau kadang suka marah tapi lebih banyak tersenyumnya. Pak Wasilan kalau tidak salah dulu mengajar Olah raga , beliau tinggal di Talang akar jadi wira-wiri setiap hari Pendopo-Talang akar naik mobil angkutan karyawan beliau orangnya lucu lebih senang dipanggil pak Nalisaw kebalikan dari namanya. Pak Kasiran, beliau waktu itu mengajar Ilmu Alam. Pak Kasiran waktu itu masih bujang dan tinggal sendiri di Talang Kerangan tangsi yang paling ujung dan ditempuh dengan jalan kaki walau jauh. Bu Saurtini juga masih gadis walau usianya sama dengan pak Kasiran beliau mengajar Kesehatan dan yang terakhir saya ingat adalah Bu Herowati beliau orang Minang masih mudah dan cantik senang rasanya kalu diajar beliau .Bu Herowati tinggal di Pasar atas masih keluarga dengan teman saya yang namanya Dasril.
Dari tulisan yang aku buat ini tujuannya agar aku selalu ingat dan mengingat orang-orang yang berjasa bagi diriku dan semoga juga ada yang nyasar membaca tulisan ini syukur-syukur kalau yang membaca itu orang-orang yang aku kenal.