Monday, January 26, 2009

HERAN DENGAN FATWA MUI………(HANYA DIBATIN)

Hari ini MUI di Sumatera Barat memfatwakan bahwa :
1. Merokok bagi anak,remaja dan ibu hamil hukumnya haram
2. Golput yang artinya tidak nyoblos dalam pemilu hukumnya haram
3. Dan lain-lain
Saya baca juga di koran dan TV ada sebagian ulama dan pesantren yang tidak mengakui fatwa MUI tersebut. Akhirnya dalam hati……eee dalam batin saya bertanya:
1. Dalam pelajaran SD sampai Selesai sekolah artinya haram adalah jika perbuatan itu dilakukan maka kita akan mendapat dosa dan bila perbuatan itu kita tingggalkan kita akan mendapat pahala. Lha yang menentukan dosa dan pahala itu MUI apa Allah SWT. Herannya tidak nyoblos dalam Pemilu saja dibuat fatwa haram bagi yang tidak nyoblos
2. Saya menganggap MUI kurang kerjaan dan fatwanya akan dilecehkan masyarakat, mestinya kita malu jika hasil kerja kita dilecehkan.
3. Dengan adanya fatwa golput haram maka saat pemilu nanti banyak orang indonesia yang golput dan berarti saat pemilu nanti banyak orang Indonesia yang kena dosa……begitu pak MUI.
Posted by pakmardi-ks ujunggede at 13:33:23 | Permalink | No Comments »

AKU TIDAK MEROKOK SEJAK 10 NOPEMBER 1975

Dulu waktu SMP sampai tahun 1975 aku masih merokok walau dalam kapasitas yang tidak sering seperti kebanyakan orang,aku merokok kadang kala saja tapi sejak tanggal 10 Nopember 1975 sampai sekarang aku tidak pernah merokok sama sekali.jangankan satu bungkus satu batangpun aku belum pernah mencobanya dan jangankan satu batang, sejak tanggal 10 Nopember l975 tersebut satu hisapanpun aku belum pernah merasakan mikmatnya merokok.
Keinginan tidak merokok itu timbul dari dalam hati sendiri,sebetulnya keinginan untuk merokok itu masih ada. apalagi waktu itu usiaku masih remaja sekitar 17 atau 18 tahun . Aku ingat,awalnya waktu itu tanggal 10 Nopember 1975 bertepatan dengan hari Pahlawan.sekitar pukul 18.00 aku baru saja mengikuti acara di TMP Penggarit bersama teman-teman sekolahku SPGN Pemalang. Sampai ditempat kost yang kebetulan waktu itu aku kost dirumah Dra.Halimah yang dikemudian hari menjadi pejabat teras di Kabupaten Pemalang beliau tinggal dijalan sindorodi Payaman Pemalang.Sore itubadanku terasa tidak enak napas rasanya sesak aku berfikir apa penyebabnya dan aku ingat waktu di TMP Penggarit tadi aku duduk cukup lama dengan bapak-bapak yang sedang merokok dan secara tidak langsung aku ikut menghisap asap rokoknya dan ini yang disebut sebagai perokok pasif yang katanya lebih berbahaya.
Setelah makan malam rasa sesak itu masih ada akhirnya dengan disaksikan teman-teman yang ada di rumah kost itu yang antara lain Jaenudin yang sekarang menjadi Karyawan BRI, Ramuji anak Kendaldoyong yang sekarang menjadi Karyawan BRI di Jakarta.Kuntrisno Sutolo yang sudah lama tidak jumpa, Edi yang katanya di Surabaya, Sudiyono yang sekarang sudah almarhum aku mengucapkan semacam tekat Bahwa mulai hari ini Tanggal 10 Nopember 1975 aku tidak akan merokok. Tekat tersebut aku pertahankan sampai hari ini semoga aku dapat menjalaninya sampai akhir hayat.
Alhamdullilah sampai aku membuat postingan ini aku masih tetap tidak merokok walau akhirnya aku menjadi perokok pasif yang katanya lebih berbahaya daripada perokok aktif. Dan memang benar perokok pasif lebih menderita daripada perokok aktif, bayangkan jika kita menjadi perokok pasif orang lain yang merasakan nikmatnya merokok kita yang menderita, hal ini sering aku rasakan misalnya pada waktu kumpul-kumpul pada acara tahlilan apabila disebelah kanan-kiri kita merokok dan aku tidak menghindari mereka maka akibatnya aku rasakan setelah tahlilan selesai yaitu sesak napas, perut kembung, masuk angin, hal ini disebabkan karena aku menahan napas bila asap rokok lewat dimukaku Merokok mungkin ada untungnya ada juga ruginya. tapi bagiku tidak ada rokok yang ENAK .
Posted by pakmardi-ks ujunggede at 13:08:48 | Permalink | Comments (3)

abaut me…….

Seorang guru tua yang sedang berusaha mengabdikan dirinya untuk nusa bangsa dengan hati setulus dan seikhlasnya dalam dunia pendidikan.

Posted by pakmardi-ks ujunggede at 12:16:16 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, January 18, 2009

INILAH GURU SMPKU DULU, SMP YPIP PENDOPO ANGKATAN 1971-73

Seingatku tahun l971 sampai tahun l973 sewaktu aku sekolah SMP di Pendopo ada dua SMP yang terkenal yaitu SMP YPIP dan SMP YPP. SMP YPIP adalah singkatan dari SMP Yayasan Perguruan Islam Pendopo sedang SMP YPP singkatan dari SMP Yayasan Pendidikan Pendopo. SMP YPIP murni dikelola oleh masyarakat dan mandiri dibiayai dari siswa dan siswanya dari anak-anak masyarakat Pendopo sedang SMP YPP dibantu oleh PT.Stanvac Indonesia dan siswa-siswanya kebanyakan anak karyawan PTSI.
Letak SMP YPIP satu lingkungan dengan Sekolah-sekolah dasar yang ada di Pendopo waktu itu, Waktu di Pendopo orang tidak begitu peduli dengan arah mata angin seperti mana arah utara,selatan atau barat tapi di Jawa hampir semua orang peduli dengan arah mata angin sekalipun dia buta huruf, orang jawa harus tahu mana lor (utara), kidul (selatan),kulon (barat) dan wetan (timur) maka itu aku waktu di Pendopo tidak tahu mana utara atau selatan yang jelas letak SMP YPIP kalau kita berdiri didepan gedung bioskop PESOS maka dia harus jalan kearah pasar dan lebih kurang 400 meter kearah kanan maka akan sampailah kita di SMP YPIP gedungnya sederhana berbenntuk huruf L. SMP ini walau sederhana menjadi sekolah yang diidamkan anak lulusan SD waktu itu.
Waktu itu kalau aku boleh bilang SMP YPIP ini sekolahnya orang desa karena siswanya berasal hampir dari seluruh kampung/desa yang ada disekitar Pendopo seperti Talang ubi, talang jawa,talang Baru, talang kerangan, bukit tudung, tangsi-tangsi yang ada di Pendopo dan akupun masih ingat teman-temanku yang seangkatan denganku seperti Saahri, Nurseha,Suginem, Sukma Iriani, Maliki, Idris, Sudarjo Aksan, Taufik Hidayat, Maryanto,Suparlan Santoni, Karya Yulianto, Aseng, Kristinah, Achoen, Sutopo, Ngadio,Dasril Subiyanto,dll. Semoga mereka saat ini masih dalam keadaan sehat dan masih ingat saya .
Ketika disekolah SMP YPIP Guru-guru yang mengajarku masih banyak yang masih ku ingat dan dari tiap guru aku punya kenamgan tersendiri beliau adalah Pak R.Nurdin, Pak Nursyam Cholil, Pak Abdul Ghani, Pak Hassan Kasim, Pak Munjahit, Pak Supangat, Pak Wasilan, Pak,Kasiran, Pak Maryono, Ibu Saurtini, Ibu Herowati dll semoga juga beliau-beliau saat ini dalam keadaan sehat walafiat selalu dan bila beliau sudah dipanggil oleh al Khalik semoga tenanglah arwahnya dialam sana…amiin.
Pak Nurdin, waktu itu menjadi Kepala Sekolah rumahnya dilingkungan sekolah badannya agak gemuk, istri pak Nurddin ini dulu nyambi berjualan makanan untuk siswa. Pak Nursyam Kholil guru Ilmu Ukur, Orangnya selalu berpakaian necis dan yang khas dari guruku yang satu ini adalah rambutnya yang selalu mengkilat disisr kebelakang. Pak Hassan Kasim adalah guru senior yang dedikasinya luar biasa dalam mengajar , beliau mengajar dengan penuh disiplin walaupun penyakit batuknya dan tubuh kurusnya sering mengganggau aktifitasnya beliau mengajar sejarah. Pak Munjahit adalah guru yang paling aku takuti waktu itu ,beliau berbadan sangat kecil satu meter lebih sedikit dan mengajar Bahasa Inggris, Pak Hassan Kasim dan Pak Munjahit juga tinggal dilingkungan sekolah.Pak Supangat juga tinggal dilingkungan sekolah perumahan yang sangat sederhana dan sempit yang disediakan olah sekolah, pak Supangat waktu itu mengajar Ilmu Bumi beliau kadang suka marah tapi lebih banyak tersenyumnya. Pak Wasilan kalau tidak salah dulu mengajar Olah raga , beliau tinggal di Talang akar jadi wira-wiri setiap hari Pendopo-Talang akar naik mobil angkutan karyawan beliau orangnya lucu lebih senang dipanggil pak Nalisaw kebalikan dari namanya. Pak Kasiran, beliau waktu itu mengajar Ilmu Alam. Pak Kasiran waktu itu masih bujang dan tinggal sendiri di Talang Kerangan tangsi yang paling ujung dan ditempuh dengan jalan kaki walau jauh. Bu Saurtini juga masih gadis walau usianya sama dengan pak Kasiran beliau mengajar Kesehatan dan yang terakhir saya ingat adalah Bu Herowati beliau orang Minang masih mudah dan cantik senang rasanya kalu diajar beliau .Bu Herowati tinggal di Pasar atas masih keluarga dengan teman saya yang namanya Dasril.
Dari tulisan yang aku buat ini tujuannya agar aku selalu ingat dan mengingat orang-orang yang berjasa bagi diriku dan semoga juga ada yang nyasar membaca tulisan ini syukur-syukur kalau yang membaca itu orang-orang yang aku kenal.


Posted by pakmardi-ks ujunggede at 03:18:42 | Permalink | No Comments »

Sunday, January 11, 2009

NANTI , GURU TIDAK S1 ATAU D4 DAPAT IKUT SERTIFIKASI

Kemarin tanggal 10 Januari 2009 saya mengikuti seminar sehari yang diadakan oleh empat kecamatan di Pemalang yang judulnya “Seminar sehari Penulisan Karya Tulis Ilmiah” yang salah satu point isi materinya membicarakan PP terbaru yang bunyinya nanti guru -guru yang tidak berijazah S1 atau D4 dapat mengikuti uji sertifikasi apabila yang bersangkutan telah berusia 50 tahun dan pengawas TK/SD yang tadinya tidak dapat ikut sertifikasi nantinya boleh ikut ( Materi ini disampaikan oleh Yang Terhormat Bapak Sudibyo Pemakalah dari LPMP Jawa tengah).
Menanggapi berita ini ruangan cukup ramai, dari peserta yang rata-rata saat sedang menempuh S1 agak kecewa dan mereka pada nyeletuk; ” Akh, aku sudah lima puluh tahun lebih baik tidak usah melanjutkan kuliah nantipun bisa ikut iji sertifikasi”
Sampai di Sekolah besoknya berita itu cepat tersebar dan guru-guru yang sudah atau mendekati 50 tahun bersuka cita mendengar kabar itu karena mereka tanpa kuliahpun bisa ikut uji sertifikasi.
Kabar yang kami terima kemarin itu baru kabar dari mulut-kemulut belum kabar hitam diatas putih kalaupun kabar itu benar maka akan terjadi
1. Yang sedang kuliah usianya mendekati atau sudah 50 tahun lumayan kecewa dan mungkin akan DO alias Drop out.
2. Yang sudah 50 tahun akan senang karena bisa ikut uji sertifikasi walau tanpa ijazah S1 atau D4.
Posted by pakmardi-ks ujunggede at 01:36:28 | Permalink | No Comments »

Friday, January 2, 2009

MENGENANG GURU-GURU SD KU ( KUTULIS SELAGI MEMORI DIKEPALA INI BELUM TERKIKIS USIA )

Pertama sekolah tahun 1964 disebuah tempat yang namanya Talang Akar sebuah tempat penghasil minyak yang sangat terkenal dijaman penjajahan Belanda dulu. Talang Akar adalah sebuah tempat terpencil dimana disana terdapat dua sekolah SR (Sekolah Rakyat) dan disalah satu sekolah itulah pertama aku bersekolah yaitu di SR I yang kepala sekolahnya bernama pak Saleh. Tidak banyak yang aku ceritakan tentang sekolah ini yang kuingat SR I dan SR II menempati satu gedung permanen yang berbentuk huruf L. Didepan sekolah tumbuh pohon beringin disebelah baratnya ada pohon kembang kantil yang besar, diseberang jalan raya ada mesjid, ditimur mesjid ada gedung bioskop.yang kuingat lagi ditimur sekolah ada penjual krupuk kemplang dan bila kita ketimur terus ada SMP juga sebuah toko seperti supermarketlah kalau sekarang .Dekat toko ini kemudian ada Rumah Sakit yang lumayan besar dan modern.
Kelas III bapakku pindah ke Pendopo yang juga penghasil minyak tapi kota ini lebih besar dan lebih ramai dari Talang Akar, dengan pindahnya bapakku otomatis aku juga ikut pindah dan diterima di SR III Pendopo yang waktu itu gurunya bernama pak Murni. orangnya necis, rumahnya juga selalu bersih. Pak Murni adalah seorang guru yang berdedikasi tinggi, senang humor, disiplin akan tugas dan tidak heran setiap buku PR pasti dibawa pulang untuk dikoreksi dirumah .Yang mengesankan dari guruku yang satu ini adalah bila beliau mengajar selalu menyiapkan alat peraga selengkap-lengkapnya.Disamping sebagai guru pak Murni juga walau bukan petani sering berkebun dan hasil kebunnya bila panen sering dibawa kesekolah dan dibagikan kepada siswa-siswinya dan saking cintanya pada siswa-siswinya bila ada penjual buah lewat maka pak Murni ini tidak segan-segan membeli sebanyak jumlah siswanya lalu dimakan bersama-sama . Hal yang dilakukan pak.Murni tersebut adalah kecil tapi mengesankan sekali, masih teringat dan terbayang wajah dan senyuman belau.
Akhir tahun aku naik kelas IV yang mengajar orang Batak namanya pak Amir, orangnya serem, pendek, logatnya logat Batak sepatu yang dipakai sepatu putih yang disemir kapur. Bagi teman-teman dan juga aku merupakan guru yang menakutkan tapi bagi aku pak Amir punya kesan tersendiri yang tak dapat aku lupakan . Ceritanya begini,suatu hari pak Amir memberi satu soal hitungan yang disebut hitung sepren dengan garis miring, soal itu sulit sekali. Setelah dirasa cukup waktunya buku pekerjaan dikumpulkan lalu dikoreksi dikantor dan menjelang pulang bukupekerjaan tadi dibagi lagi semua teman mendapatkan bukunya kembali hanya aku yang tidak sampai-sampai aku hampir menangis karena takut (maklum waktu itu masih penakut). Setelah kelas tenang pak Amir bertanya siapa yang tidak mendapatkan bukunya dan dengan rasa takut aku mengacungkan telunjuk dan dijawab dengan senyum oleh pak Amir sambil menyuruh aku maju kedepan kelas. Didepan kelas pak Amir mengelus-elus punggunggku sambil menerangkan bahwa aku adalah satu-satunya siswa yang menjawab soal berhitung itu dengan betul , lalu pak Amir memberi hadiah sebuah buku tulis tipis berwarna ungu buatan pabrik leces dan aku merasa terharu dan bangga sekali waktu itu. Peristiwa itu adalah peristiwa sederhana tapi itulah pertama kali aku mendapat hadiah, hadiah sebuah buku tulis tapi kesannya tak pernah kulupakan sampai akhir khayatku.
Dikelas V guruku yang sebenarnya kalau tidak salah pak Sujarwo dan kadang diganti oleh pak Kinarto padahal pak Kinarto guru SR IV yang sekolahnya berdampingan. Beliau ini dulu kalau tidak salah masih bujangan dan sama nggantengnya serta teman akrab.Pak Sujarwo badannya tinggi besar maklum di tim sepak bola ia seorang kiper kakaknya bernama Dollah pemain andalan tim Pendopo sedang pak Kinarto orangnya sedang-sedang saja tapi lincah. Dikelas V siswinya banyak yang cantik dan manis-manis karena anakkaryawan staff perusahaan kami bilang mereka anak gedongan , seperti Magdalena, Lela Kencana, Kun Priantini, Sukma Iriani dan lain-lain.Kesan saya pada pak Kinarto adalah beliau kalau mengajar senangnya cerita yang lucu-lucu.
Dikelas VI guruku bernama pak A.Dentjik asli orang Sumatera Selatan orangnya walau sudah agak berumur tapi temperamental, mudah marah tapi disiplin sekali dalam mengajar sehingga tidak heran jika akhir ujian SD III sukses.Kami sebagai murid pak A.Dentjik terkesan sekali atas usahanya memperjuangkan nasib kami agar kami bisa lulus semua. alhamdulillah berkat kerjakerasnya kami berhasil dalam ujian negara yang waktu itu suasananya tidak seperti ujian nasional sekarang yang terkesan santai.
Posted by pakmardi-ks ujunggede at 13:24:40 | Permalink | No Comments »