GURU SEKARANG……………………………….
Di jawa khususnya nasib guru kelihatan lebih baik dari beberapa tahun yang lalu. Guru PNS kehidupannya tidak bisa dipungkiri lebih baik dari guru swasta maka itu tidak heran jika banyak orang terutama generasi muda ingin menjadi guru.
Pemerintah nampaknya semakin memperhatikan nasib guru dengan menaikkan gaji,mennaikkan anggaran pendidikan dalam APBN menjadi 20 persen. Dengan meningkatnya anggaran pendidikan otomatis memperbaiki nasib guru di Indonesia dan sayangnya tidak semua guru menikmati kenaikan anggaran pendidikan tersebut mereka yang kurang beruntung ini adalah guru swasta, guru wiyata bakti, guru GTT. Kalau dikoran ada berita ada guru mengajar sebulan hanya dibayar 150.000 rupiah itu bukan berita bohong itu kenyataan dan masih ada sampai sekarang. Bagi guru wiyata bakti,GTT,kadang mendapat insentif atau honor dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat tapi besarnya tidak seberapa dan cairnyapun secara berkala. Untuk guru wiyata bakti,GTT yang belum tercatat atau belum di validasi hanya mendapat honor dari sekolah yang besarannya antara 100 - 150 ribu rupiah……..bayangkan.
Untuk guru yang sudah PNS seperti saya apalagi yang sudah bekerja puluhan tahun sangat tidak pantas bila tidak mensyukuri gaji yang diterimanya, sangat tidak bijaksana kalau tidak bekerja dengan maksimal demi kemajuan bangsa dan negara ini.
Menjadi guru didesa seperti saya merupakan keuntungan tersendiri disamping pengeluaran lebih irit maka kehidupan guru di desa lebih terpandang dalam hal materi dari pada rakyat yang bukan guru, guru ditempat saya tidak ada lagi yang tidak mempunyai rumah,bahkan rumahnya sudah bagus-bagus, tidak ada lagi guru yang naik sepeda, semuanya sudah punya sepeda motor dua atau tiga buah bahkan sekarang banyak guru di desa yang punya mobil.
Kehidupan guru sudah baik apalagi yang suami istri menjadi guru. Saya yang kebetulan punya istri guru dan sama-sama kepala sekolah harus tetap ekstra ketat mengatur keuangan karena bagaimanapun kita memerlukan investasi masa depan baik itu untuk menyekolahkan anak,tabungan hari tua dan lain-lain.
Pemerintah nampaknya semakin memperhatikan nasib guru dengan menaikkan gaji,mennaikkan anggaran pendidikan dalam APBN menjadi 20 persen. Dengan meningkatnya anggaran pendidikan otomatis memperbaiki nasib guru di Indonesia dan sayangnya tidak semua guru menikmati kenaikan anggaran pendidikan tersebut mereka yang kurang beruntung ini adalah guru swasta, guru wiyata bakti, guru GTT. Kalau dikoran ada berita ada guru mengajar sebulan hanya dibayar 150.000 rupiah itu bukan berita bohong itu kenyataan dan masih ada sampai sekarang. Bagi guru wiyata bakti,GTT,kadang mendapat insentif atau honor dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat tapi besarnya tidak seberapa dan cairnyapun secara berkala. Untuk guru wiyata bakti,GTT yang belum tercatat atau belum di validasi hanya mendapat honor dari sekolah yang besarannya antara 100 - 150 ribu rupiah……..bayangkan.
Untuk guru yang sudah PNS seperti saya apalagi yang sudah bekerja puluhan tahun sangat tidak pantas bila tidak mensyukuri gaji yang diterimanya, sangat tidak bijaksana kalau tidak bekerja dengan maksimal demi kemajuan bangsa dan negara ini.
Menjadi guru didesa seperti saya merupakan keuntungan tersendiri disamping pengeluaran lebih irit maka kehidupan guru di desa lebih terpandang dalam hal materi dari pada rakyat yang bukan guru, guru ditempat saya tidak ada lagi yang tidak mempunyai rumah,bahkan rumahnya sudah bagus-bagus, tidak ada lagi guru yang naik sepeda, semuanya sudah punya sepeda motor dua atau tiga buah bahkan sekarang banyak guru di desa yang punya mobil.
Kehidupan guru sudah baik apalagi yang suami istri menjadi guru. Saya yang kebetulan punya istri guru dan sama-sama kepala sekolah harus tetap ekstra ketat mengatur keuangan karena bagaimanapun kita memerlukan investasi masa depan baik itu untuk menyekolahkan anak,tabungan hari tua dan lain-lain.
Posted by
at
10:08:39
great capture,beautiful composition with rich colours.